Tag Archive | "annisa dieni lestari"

Tags: , ,

UAT SIM

Posted on 02 April 2012 by annisa.dieni47

Tugas Ujian Akhir Triwulan
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Dosen:  Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc(CS)
Oleh:  Annisa Dieni Lestari    P056111041.47/ R47
2012

Software Engineering http://juixe.com/techknow

BAB 1  PENDAHULUAN

1.1.    Pendahuluan
Teknologi informasi (TI) sudah umum digunakan di setiap perusahaan. Tren teknologi informasi saat ini sudah berbasis jaringan internet dan semua terakses tanpa batas waktu dan ruang. Implementasi sistem informasi (SI) berbasis TI dalam bidang tertentu sangat tertinggal, apabila hanya sekedar membuat, tetapi belum bersinergi antara suatu subsistem informasi dengan subsistem informasi lainnya.
Salah satu faktor yang menjadi kendala utama yang dijumpai penentu kebijakan dalam mewujudkan SI adalah biaya pengembangan sistem dan pegadaan infrastruktur yang tinggi. Seringkali kendala ini tidak mendapat solusi yang tepat ketika dihadapkan dengan kebutuhan dan regulasi yang mensyaratkan penggunaan sistem informasi.
Cara yang umum digunakan, perusahaan membuat proyek pengadaan sistem informasi tanpa perencanaan desain dan proyeksi kebutuhan jangka panjang. Sistem hanya dibangun dengan pertimbangan merubah pekerjaan manual menjadi otomatis dengan biaya murah. Bahkan sering dijumpai juga menggunakan sistem informasi yang bersifat retail, namun ketika membeli software tersebut, tidak sesuai, sehingga tidak dapat digunakan.

1.2.    Tujuan
Tujuan dari pembangunan sistem informasi dan pengembangan software adalah memfasilitasi kebutuhan operasional perusahaan. Agar pemanfaatan SI bisa menjadi maksimal, maka perlu desain pengembangan sistem yang matang. Manajemen dalam perusahaan harus bersinergi dengan manajemen TI supaya menghasilkan SI yang terpadu.

BAB 2  TINJAUAN PUSTAKA

2.1.  Software Engineering (SE)
Software Engineering (SE) atau rekayasa software adalah penerapan pendekatan yang sistematis dan disiplin, diukur untuk pengembangan, operasi, dan pemeliharaan software, dan studi pendekatan ini. Penerapan rekayasa software ini mengintegrasikan matematika signifikan, ilmu komputer, dan praktek yang sumbernya tidak di rekayasa. Hal ini juga didefinisikan sebagai pendekatan sistematis desain analisis, penilaian, implementasi, pemeliharaan pengujian, dan rekayasa ulang software. Istilah rekayasa software pertama kali muncul dalam Konferensi 1968, Rekayasa Software NATO, dimaksudkan untuk memprovokasi pemikiran tentang “krisis software ” yang dirasakan pada waktu itu.
Rekayasa software bisa dibagi menjadi 10 subdisiplin, yaitu:
1.    Software requirements
2.    Software design
3.    Software construction
4.    Software testing
5.    Software maintenance
6.    Software configuration management
7.    Software engineering management
8.    Software engineering process
9.    Software engineering tools and methods
10.    Software quality

2.2.  ISO 9126
ISO/IEC 9126 adalah standar atau acuan dalam perekayasaan software. Kualitas produk adalah standar internasional untuk evaluasi kualitas software. Tujuan dari pengggunaan standar ini adalah untuk mengatasi beberapa kebiasan manusia yang  dapat mempengaruhi pengiriman dan persepsi dari sebuah proyek pengembangan perangkat lunak. Bias ini meliputi perubahan prioritas setelah dimulainya proyek atau tidak memiliki definisi yang jelas. Dengan mengklarifikasi, kemudian menyepakati prioritas proyek, dan kemudian mengubah prioritas abstrak dengan nilai-nilai terukur, ISO / IEC 9126 mencoba untuk mengembangkan pemahaman yang umum dari tujuan proyek dan tujuan . Standar ini dibagi menjadi empat bagian:
–     model kualitas
–    eksternal metrik
–    internal metrik
–    kualitas dalam penggunaan metrik

Karakteristik    Sub karakteristik
Functionality: Software untuk menjalankan fungsinya sebagaimana kebutuhan sistemnya    Suitability, Accuracy, Interoperability, Security
Reliability: Kemampuan software untuk dapat tetap tampil sesuai dengan fungsinya ketika digunakan    Maturity, Fault tolerance, Recoverability
Usability: Kemampuan software untuk mudah dimengerti, dipelajari, digunakan dan disukai pengguna    Understandability, Learnability, Operability, Attractiveness
Efficiency: Kemampuan software untuk menampilkan performans relatif terhadap penggunaan sumberdaya    Time Behavior, Resource Utilization
Maintainability: Kemampuan software untuk dimodifikasi (koreksi, adaptasi, perbaikan)    Analyzability, Changeability, Stability, Testability
Portability: Kemampuan software untuk ditransfer dari satu lingkungan ke lingkungan lain    Adaptability, Installability

Pendekatan rekayasa menginginkan bahwa kualitas software ini dapat diukur secara kuantitatif, dalam bentuk angka-angka yang mudah dipahami oleh manusia. Untuk itu perlu ditentukan parameter atau atribut pengukuran. Menurut taksonomi McCall, atribut tersusun secara hirarkis, dimana level atas (high-level attribute) disebut faktor, dan level bawah (low-level attribute) disebut dengan kriteria. Faktor menunjukkan atribut kualitas produk dilihat dari sudut pandang pengguna. Sedangkan kriteria adalah parameter kualitas produk dilihat dari sudut pandang perangkat lunaknya sendiri. Faktor dan kriteria ini memiliki hubungan sebab akibat. Tabel  menunjukkan daftar lengkap faktor dan kriteria dalam kualitas perangkat lunak menurut McCall.

BAB 3  PERTANYAAN DAN PEMBAHASAN

1.    Jelaskan atribut-atribut dari software yang berkualitas? Apa yang perlu dilakukan dalam pembangunan sistem informasi agar software penunjang sistem informasi yang dibangun tersebut memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh ISO?
Dalam konteks rekayasa software, kualitas software mengacu pada dua konsep terkait tetapi berbeda yang ada di mana pun kualitas didefinisikan dalam konteks bisnis:
a.    Software kualitas fungsional mencerminkan seberapa baik sesuai dengan atau sesuai dengan desain yang diberikan, berdasarkan persyaratan fungsional atau spesifikasi. Bahwa atribut juga dapat digambarkan sebagai kemampuan dari sebuah software atau bagaimana membandingkan dengan produk kompetitor di pasar.
b.    Kualitas software struktural mengacu pada bagaimana memenuhi kebutuhan non-fungsional yang mendukung pengiriman persyaratan fungsional, seperti ketahanan atau perawatan, sejauh mana software diproduksi dengan benar. Kualitas struktur dievaluasi melalui analisis struktur internal software, kode sumbernya, pada dasarnya bagaimana arsitekturnya menganut terdengar prinsip arsitektur software. Sebaliknya, kualitas fungsional biasanya ditegakkan dan diukur melalui pengujian software.
Secara historis, struktur, klasifikasi, dan terminologi atribut dan metrik berlaku untuk manajemen kualitas software telah diturunkan atau diekstrak dari ISO 9126. Berdasarkan model, karakteristik kualitas software struktural telah jelas didefinisikan oleh Konsorsium TI Kualitas Software (CISQ), sebuah organisasi independen yang didirikan oleh Software Engineering Institute (SEI) di Carnegie Mellon University, dan Object Management Group (OMG).
CISQ telah menentukan 5 karakteristik yang diinginkan utama yang diperlukan untuk sebuah software untuk memberikan nilai bisnis: Reliability (Keandalan), Efisiensi, Keamanan, Maintainability, dan Ukuran. Pengukuran kualitas software adalah tentang mengukur sejauh mana sebuah software atau sistem sepanjang masing-masing dari lima dimensi. Kualitas software dilengkapi dengan analisis Kesalahan Pemrograman Kritis, bahwa dalam keadaan tertentu dapat menyebabkan gangguan atau bencana degradasi kinerja, yang membuat sistem yang diberikan tidak cocok untuk digunakan.
a.    Keandalan: Sebuah atribut ketahanan dan kekokohan struktural. Keandalan mengukur tingkat risiko dan kemungkinan kegagalan aplikasi. Hal ini juga mengukur kecacatan karena modifikasi yang dilakukan pada software. Tujuan untuk memeriksa dan memantau keandalan adalah untuk mengurangi dan mencegah aplikasi downtime aplikasi, mengurangi kesalahan yang langsung mempengaruhi pengguna, serta meningkatkan citra TI dan kinerja bisnis perusahaan.
b.    Efisiensi: Kode HTML dan atribut arsitektur software adalah elemen yang memastikan kinerja tinggi aplikasi dalam run-time mode. Efisiensi ini penting terutama untuk aplikasi dalam lingkungan kecepatan eksekusi tinggi seperti proses transaksi, di mana kinerja tinggi dalam skala besar adalah hal yang terpenting. Analisis efisiensi kode sumber dan skalabilitas memberikan gambaran yang jelas dari risiko usaha laten dan kerugian yang mereka dapat menyebabkan untuk kepuasan pelanggan karena degradasi respon-time.
c.    Keamanan:    Ukuran dari potensi pelanggaran keamanan akibat praktek arsitektur dan coding yang buruk. Ini mengkuantifikasi risiko menghadapi kerentanan kritis yang merusak dapat bisnis.
d.    Maintainability: Mencakup gagasan adaptasi, portabilitas, dan pengalihan (dari satu tim pengembangan yang lain). Pengukuran dan pemantauan pemeliharaan adalah suatu keharusan untuk aplikasi kritis, perubahan didorong oleh ketatnya jadwal operasi dan penting untuk IT untuk tetap responsif terhadap perubahan bisnis. Hal ini juga penting untuk menjaga biaya pemeliharaan terkendali.
e.    Ukuran: Meskipun bukan atribut kualitas itu sendiri, namun ukuran dari kode sumber merupakan karakteristik software yang jelas berdampak perawatan. Dikombinasikan dengan karakteristik kualitas di atas, ukuran software dapat digunakan untuk menilai jumlah pekerjaan yang dihasilkan dan harus dilakukan oleh tim, produktivitas melalui korelasi dengan waktu, dan lainnya yang terkait metrik.

Agar software yang dikembangkan dapat memenuhi standar ISO, maka pihak pengembang harus menguasai prinsip-prinsip dasar standar ISO melalui pelatihan ISO 9126, dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan pihak ISO, kriteria apa saja yang sudah sesuai standar dan mana yang belum sesuai standar. Apabila dinilai sudah layak, pengembang mendaftarkan diri untuk memperoleh sertifikasi ISO 9126.

2.    Mengapa kita perlu memperhatikan faktor “maintanability” dari suatu software? Jelaskan urgensinya!
Maintanability (pemeliharaan) yang baik mencakup konsep pengaturan, mudah dimengerti, uji coba yang berubah-ubah, dan transfer dari satu tim pengembangan ke tim yang lain. Sejalan dengan perkembangan waktu, pengembangan software bersifat siklus, dengan faktor utama antara lain :
•    Perkembangan software yang bersifat dinamik, selalu berubah secara kontinyu sehingga seringkali sulit untuk diantisipasi.
•    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi metode pembuat keputusan, teknologi komputer serta teknologi komunikasi dan informasi
•    Ketidaksempurnaan manusia sebagai analis dan perancang suatu software
Siklus pengembangan software meliputi kegiatan-kegiatan antara lain :
–    Studi dan analisis
–    Desain global
–    Desain detail
–    Implementasi
–    Operasi dan pemeliharaan
Urgensi dari faktor maintanability dari gambar terlihat bahwa dalam siklus pengembangan sistem informasi, proses pemeliharaan berada di akhir, yang merupakan tahap awal sebelum proses survey atau investigasi selanjutnya. Fase pemeliharaan software merupakan fase perubahan, yang berfokus pada proses perbaikan, adaptasi, peningkatan, dan pencegahan.

3.    Apa-apa saja yang diperhatikan bila organisasi mengambil kebijakan outsourcing dalam pengembangan sistem organisasinya? Jelaskan!
Outsourcing adalah  mengontrakkan  keluar  semua  atau  sebagian operasi  komputer  perusahaan  kepada  organisasi  jasa  di  luar perusahaan.  Organisasi  lain  adalah:  utilitas komputer,  menawarkan jasa  timesharing  dengan  cara  yang  serupa  seperti  perusahaan  utilitas menyediakan listrik, air dan jasa. Outsourcer, suatu perusahaan jasa komputer  yang  melaksanakan  sebagian  atau  seluruh  komputasi perusahaan  pelanggan  untuk  periode  waktu  yang  sama,  5  atau  10 tahun dalam kontrak tertulis. Jasa outsharing mencakup : a) Pemasukan data dan pengolahan sederhana b) Kontrak pemrograman c) Manajemen fasilitas d) Integrasi sistem e) Dukungan operasi untuk pemeliharaan, pelayanan, atau pemulihan dari bencana. Keuntungan outsourcing,  disamping  mengurangi  biaya,  juga manajemen  dapat  memfokuskan  semua  perhatian  mereka  pada pengembangan  sistem  strategis  yang  baru.  Outsourcing  juga  selalu mendapatkan  akses  ke  teknologi  dan  pengetahuan  tercanggih  tanpa memiliki staf purnawaktu.

Resiko outsourcing,  banyak  CIO  ragu  untuk  kontrak  kepada outsourcer  jangka  panjang, karena tidak  ingin  tergantung  pada perusahaan  lain.  Beberapa  perusahaan  juga  tidak  mau  menyerahkan pekerjaannya  ke outsourcer  kalau  telah mengembangkan komputasi canggih yang memberikan keunggulan kompetitif.

4.    Kalau anda dipercaya untuk memimpin pembangunan sistem informasi untuk memimpin pembangunan sistem perusahaan di tempat anda bekerja, langkah apa saja yang akan anda lakukan? Jelaskan!
Hal penting yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan konsep dan memilih sistem informasi berbasis teknologi informasi antara lain:
–    Desain manajemen sistem informasi berorientasi saat ini dan kedepan. Desain sistem merupakan kerangka dari arah perjalanan suatu manajemen. Apabila disain tidak tepat sistem akan menjadi sia-sia dan cepat kadaluarsa.
–    Sesuai dengan jenis manajemen yang sedang atau akan dikembangkan. kesesuaian antara jenis manajemen dan sistem yang dikembangkan mutlak diperlukan agar tidak ada fasilitas dari sistem baru yang tidak berguna dan semua dapat mengakomodir manajemen yang ada.
–    Kesiapan sumber daya manusia ditingkat operator dan manajemen. Kesiapan disini lebih ditekankan pada penerimaan SDM untuk bersama-sama dengan manajemen mengembangkan insitusinya. Karena SDM pertama yang akan mengoperasionalkan sistem adalah dari internal institusi sendiri.
–    Kesiapan kebijakan pendukung dan anggaran biaya dari sisi manajemen. Kesiapan kebijakan dilevel manajemen merupakan dasar dari pelaksanaan sistem yang akan digunakan, tanpa keputusan pengembangan sistem yang digunakan tidak akan mendapat perhatian dan pengembangan selanjutnya.
–    Desain sistem informasi terintegrasi / terpadu. Poin integrasi menjadi syarat utama dalam merencanakan dan membuat disain dan pengembanganya, faktor utama dalam hal integrasi adalah efisiensi dan efektifitas dari sistem informasi dan kinerja manajemen yang ada.
–    Kemampuan mengelola manajemen umum dan lokal. Pada akhir-akhir ini sedang tren pengembangan sistem informasi, namun hampir dilupakan faktor penentu keberhasilan implementasi sistem adalah kesesuaian dengan manajemen lokal suatu institusi.
–    Kemudahan pengembangan sistem untuk masa yang akan datang. Mengingat sistem informasi dibangun untuk penggunaan dimasa yang aka datang, seharusnya juga pengembangan-pengembangan berikutnya tetap dapat dilakukan tanpa harus membongkar ulang sistem sehingga informasi yang telah disimpan oleh sistem informasi dapat tetap dimanfaatkan.
–    Mengantisipasi ramalan trend teknologi pada masa yang akan datang. Tidak lepas dengan kesiapan sistem dalam hal manajemen, kesiapan teknologi juga menadi perhatian penting. salah satu syarat utama pengembangan adalah kepastian sistem dapat diakses melalui jaringan baik intranet maupun internet. sistem berbasis web dapat menjadi sebuah solusi.
–    Perawatan dan keberlanjutan sistem yang terencana. Perawatan sistem ini lebih terkait dengan perawatan sistem dari sisi institusi. kepastian tetap berjalannya sistem dengan baik dan monitoring serta wacana pengembanganya. sebaiknya ditugaskan sdm khusus untuk melaksanakan tugas ini.
–    Jaminan kerjasama technical support dari pengembang sistem informasi terhadap sistem dan infrastruktur TI.
Untuk mengelola sumberdaya informasi, diperlukan peran Chief Information Officer (CIO). CIO  merupakan  salah  satu  eksekutif  tingkat puncak perusahaan, bertanggung jawab atas salah satu area fungsional utama jasa  informasi. CIO  merupakan  anggota  komite  eksekutif  dan bekerjasama  dengan  para  eksekutif lain dalam perencanaan  strategis. Rencana bisnis strategis menyatukan informasi sebagai sumberdaya yang perlu digunakan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, dan didukung oleh suatu rencana strategis untuk sumberdaya informasi. Di banyak perusahaan, berbagai kekuatan bekerja mempengaruhi  SI secara  nyata. Salah  satu  kekuatan  itu  adalah penambahan  beban kerja SI dan pembatasan sumberdaya SI dalam rancang ulang proses  bisnis (business process redesign) atau BPR.
Tiga kekuatan lain mempengaruhi SI dalam arah yang berlawanan untuk mengurangi tingkat sumberdaya dan lingkup tanggungjawab. Kekuatan tersebut adalah konsolidasi, downsizing dan outsourcing. Di banyak perusahaan, komite eksekutif bertanggung jawab atas perencanaan bisnis strategis dan menangani masalah-masalah yang bernilai  strategis. Komite ini dapat memandang informasi  sebagai sumberdaya strategis dan terlibat dalam manajemen sumberdaya informasi atau information resources management (IRM) untuk tujuan mencapai keunggulan kompetitif dalam pasar.

Untuk mengembangkan proyek sistem informasi, maka yang harus diperhatikan adalah jenis usaha dan skala usaha dari perusahaan tempat kita bekerja. Jangan sampai proyek SI yang kita kembangkan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan kedepan. Investasi SI yang besar bisa tidak efektif apabila nantinya kurang termanfaatkan oleh pimpinan perusahaan, manajer, dan staf divisi lain dalam perusahaan. Seperti yang diilustrasikan dalam gambar, tujuan kita sebagai pengembang SI adalah untuk mengakomodir operasional perusahaan. Kita harus tahu, apa yang sebenarnya diinginkan oleh pimpinan kita yang bertindak sebagai user. Apabila kurang sesuai, maka setelah SI dibangun, terdapat kecacatan yang harus diperbaiki kembali. Biaya memperbaiki SI yang telah terbangun bisa lebih mahal daripada biaya pembuatan SI awal.

Sebuah sumber utama dari tidak efisiennya departemen Teknologi Informasi (TI) adalah organisasi yang buruk dari staf dan kurangnya kejelasan peran dan tanggung jawab. Biaya dari departemen TI yang tidak efektif umumnya besar. Organisasi TI yang buruk juga menyebabkan deadline proyek yang tidak terpenuhi, jatuhnya service dari server secara tidak terencana, garis service TI yang tidak jelas, dan proyek yang tidak menguntungkan.
Umumnya seluruh kegiatan TI dapat dibagi menjadi dua bagian dasar yaitu “operation and infrastructure” dan “aplication development“. Bagian operasi berurusan dengan penanganan sehari-hari dari lingkugan komputer dan keamanan. Bagian Aplikasi bertanggung jawab dengan pembuatan dan pengembangan aplikasi bisnis. Untuk perusahaan besar, ada beberapa group khusus yang dibentuk agar lebih terspesialisasi. Berikut adalah diagram peran karyawan pada divisi TI.
Untuk perusahaan yang kecil, satu karyawan dapat mengambil lebih dari satu peran misalkan sebagai Business Analyst sekaligus Application Developer. Tapi perusahaan harus tetap berpegang pada satu syarat, yaitu tidak diperkenankan karyawan memegang dua jenis peran sebagai pembuat sekaligus pengawas dalam sebuah proyek. Misalkan seorang programmer yang juga mengambil peran sebagai tester.

BAB 4  KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.     Kesimpulan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat manajemen sistem informasi menjadi penting bagi solusi keberlanjutan perusahaan. Desain sistem informasi merupakan kerangka dari arah perjalanan suatu manajemen. Apabila pengembangan SI tidak direncanakan dengan baik, maka investasi yang besar bisa sia-sia. Apabila manajemen sudah memutuskan pengembangan sistem, anggaran untuk sistem seharusnya dialokasikan dengan kondisi kas perusahaan, serta jenis dan skala perusahaan.
SI sangat terkait dengan kebijakan manajemen, apabila manajemen bentuknya statis dan tidak ada jenis layanan baru, sistem tidak perlu diubah. Namun hal ini bisa merupakan ciri manajemen yang buruk apabila tidak ada pembaruan data dan pengembangan di sisi manajemen. Pada pengembangan awal, setelah desain dibuat dan disepakati bersama antara manajemen dan pengembang sistem informasi, dengan catatan komitmen tahapan pengembangan tetap dilaksanakan agar sistem benar-benar sesuai desain yang direncanakan.

4.2.     Saran
Perusahaan yang akan mengembangkan sistem informasi sebaiknya memiliki jaminan kerjasama technical support dari pengembang SI terhadap sistem dan infrastruktur TI. Efisiensi dan keterjaminan sistem merupakan syarat bekerjasama dengan perusahaan pengembang SI. Beberapa hal yang perlu dicatat adalah pengembang tersebut dapat mengakomodir kebutuhan manajemen. Sebaiknya pilih pengembang yang mempunyai komitmen untuk dapat diajak kerjasama dalam jangka panjang, karena sistem yang dibangun tidak dapat dibuat sempurna dalam satu waktu, pasti ada pengembangan berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

McLeod, Jr., Raymond. 1996. Sistem Informasi Manajemen. PT Prehallindo. Jakarta.

http://en.wikipedia.org/wiki/ISO/IEC_9126.

http://en.wikipedia.org/wiki/Software_quality

http://jojonet.wordpress.com/2009/11/11/struktur-organisasi-it-dan-peran-divisi-it

http://romisatriawahono.net/2006/06/05/teknik-pengukuran-kualitas-perangkat-lunak/

http://smecda.com/e-book/SIM/Simbab14.pdf

http://trisnowlaharwetan.wordpress.com/2010/03/17/tahapan-pengembangan-rekayasa-perangkat-lunak-versi-1

http://unggul.blogdetik.com/2008/03/05/pengembangan-sistem-informasi-berbasis-teknologi-informasi-jangan-asal-punya.amo

Comments (0)

Tags: , , , , , , ,

SIM’s Individual Task: Applebee’s & Others

Posted on 24 March 2012 by annisa.dieni47

Perusahaan yang disebutkan dalam jurnal adalah Applebee’s, jaringan restoran; Teradata, perusahan penyedia jasa pengarsipan data (data warehouse); VistaPrint, perusahaan yang menawarkan produk promosi dan cetak; Travelocity, perusahaan perjalanan; dan Attensity, perusahaan software.

Real World Case 4 / Chapter 5 Data Resource Management

Applebee’s, Travelocity, & Others: Data Mining for Business Decisions  (James A. O’Brien dan George M. Marakas, Information and Management Systems. 10th Edition. 2007. McGraw-Hill Irwin)

Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Dosen: Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc(CS)

Oleh: Annisa Dieni Lestari  |  P056111041.47/ R47

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Gambar
Bab I  Pendahuluan
1.1.     Latar Belakang
1.2.     Tujuan
Bab II  Tinjauan Pustaka
2.1.  Data Warehouse (Gudang Data)
2.2.  Data Mining (Penggalian Data)
2.3.  Database (Pangkalan Data atau Basis Data)
2.4.  Perusahaan dalam Jurnal
Bab III  Pembahasan
3.1.  Terjemahan Jurnal
3.2.  Pertanyaan Studi Kasus
Bab IV  Kesimpulan dan Saran
4.1.  Kesimpulan
4.2.  Saran
Daftar Pustaka

BAB I  PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Sistem informasi (SI) merupakan komponen penting demi kesuksesan suatu bisnis. SI adalah hasil dari gabungan seluruh input yang digunakan pengguna, lalu diubah menjadi informasi. SI membantu bisnis untuk berekspansi, beraliansi, dan berkompetisi dalam persaingan industri yang semakin ketat. Bisnis yang menggunakan teknologi informasi (TI) dan SI, proses bisnisnya dapat berkembang secara efektif dan efisien. Harmoni lima unsur SI ialah hardware, software, netware, dataware, dan brainware.
Database merupakan data-data yang terintegrasi menjadi koleksi arsip. Ada istilah “the heart of the IS (information system) is database”. Integrasi database memiliki syarat konsisten, mengurangi redudansi, independen, dan hubungan relasi sistemik terpelihara baik. Data adalah input dari saluran komunikasi. Apabila diolah, data mentah yang berasal dari fakta di lapangan, menjadi berarti dan bermanfaat, yang disebut juga informasi. Tidak semua data merupakan informasi, hanya sekedar data. Data terpadu yang telah menjadi informasi, bisa kemudian dijadikan aplikasi menggunakan software atau program pengolah data. Software data mining digunakan untuk proses pengambilan keputusan dengan pencarian pola dan hubungan data yang signifikan.
Perusahaan yang disebutkan dalam jurnal adalah Applebee’s, jaringan restoran; Teradata, perusahan penyedia jasa pengarsipan data (data warehouse); VistaPrint, perusahaan yang menawarkan produk promosi dan cetak; Travelocity, perusahaan perjalanan; dan Attensity, perusahaan software.

1.2.     Tujuan
Tujuan dari pembahasan masalah ini adalah dapat menjawab pertanyaan mengenai:
1.    Apa manfaat yang diperoleh bisnis dalam menggunakan waktu dan tenaga untuk menciptakan dan mengoperasikan data warehouses (gudang data) seperti yang disebutkan dalam kasus? Apakah anda melihat kerugian? Adakah alasan lain yang memperkuat alasan bahwa seluruh perusahaan sebaiknya tidak menggunakan teknologi data warehouse?
2.    Applebee’s menyatakan beberapa wawasan tak terduga muncul dari analisis data dari performa ‘back-of-house’ (di belakang restoran/di balik dapur). Gunakan pengetahuan Anda bagaimana restoran bekerja, apa pertanyaan menarik lainnya yang anda sarankan kepada perusahaan? Berikan beberapa contoh spesifik.
3.    Teknologi data mining (penggalian data) dan data warehousing (penggudangan data), menggunakan data masa lampau untuk menginformasikan pengambilan keputusan yang lebih baik di masa depan. Apakah anda percaya bahwa pemikiran inovatif yang memaksa, membuat perusahaan menjadi tidak terlalu leluasa dengan data yang telah dikumpulkan terhadap peluang yang belum diuji coba? Bandingkan dan kontraskan kedua sudut pandang dalam jawaban anda.

BAB II  TINJAUAN PUSTAKA

2.1.  Data Warehouse (Gudang Data)
Data warehouse atau gudang data merupakan penggunaan database skala besar yang mengkombinasikan seluruh data organisasi dan mempersilakan pengguna unntuk mengakses data langsung, membuat laporan, dan memperbolehkan pertanyaan “apa dan jika”.
Data warehouse adalah suatu sistem komputer untuk mengarsipkan dan menganalisis data historis suatu organisasi seperti data penjualan, gaji, dan informasi lain dari operasi harian. Pada umumnya suatu organisasi menyalin informasi dari sistem operasionalnya (seperti penjualan dan SDM) ke gudang data menurut jadwal teratur, misalnya setiap malam atau setiap akhir minggu. Setelah itu, manajemen dapat melakukan query kompleks dan analisis (contohnya penggalian data/data mining) terhadap informasi tersebut tanpa membebani sistem yang operasional.

2.2.  Data Mining (Penggalian Data)
Data mining atau penggalian data adalah ekstraksi pola yang menarik dari data dalam jumlah besar. Suatu pola dikatakan menarik apabila pola tersebut tidak sepele, implisit, tidak diketahui sebelumnya, dan berguna. Pola yang disajikan haruslah mudah dipahami, berlaku untuk data yang akan diprediksi dengan derajat kepastian tertentu, berguna, dan baru. Penggalian data memiliki beberapa nama alternatif, meskipun definisi eksaknya berbeda, seperti KDD (knowledge discovery in database), analisis pola, arkeologi data, pemanenan informasi, dan intelegensia bisnis. Penggalian data diperlukan saat data yang tersedia terlalu banyak, misalnya data yang diperoleh dari sistem database perusahaan, e-commerce, data saham, dan data bioinformatika, tapi tidak tahu pola apa yang bisa didapatkan.
Pada dasarnya teknik data mining dibedakan menjadi dua fungsi, yaitu deskriptif dan prediktif. Berikut ini beberapa fungsi penggalian data yang sering digunakan:
•    Karakterisasi dan diskriminasi: menggeneralisasi, merangkum, dan mengontraskan karakteristik data.
•    Penggalian pola berulang: pencarian pola asosiasi (association rule) atau pola intra-transaksi, atau pola pembelian yang terjadi dalam satu kali transaksi.
•    Klasifikasi: membangun suatu model yang bisa mengklasifikasikan suatu objek berdasar atribut-atributnya. Kelas target sudah tersedia dalam data sebelumnya, sehingga fokusnya adalah bagaimana mempelajari data yang ada agar klasifikator bisa mengklasifikasikan sendiri.
•    Prediksi: memprediksi nilai yang tidak diketahui atau nilai yang hilang, menggunakan model dari klasifikasi.
•    Penggugusan/cluster analysis: mengelompokkan sekumpulan objek data berdasarkan kemiripannya. Kelas target tidak tersedia dalam data sebelumnya, sehingga fokusnya adalah memaksimalkan kemiripan intrakelas dan meminimalkan kemiripan antarkelas.
•    Analisis outlier: yaitu proses pengenalan data yang tidak sesuai dengan perilaku umum dari data lainnya. Contoh: mengenali noise dan pengecualian dalam data.
•    Analisis trend dan evolusi: meliputi analisis regresi, penggalian pola sekuensial, analisis periodisitas, dan analisis berbasis kemiripan.

2.3.  Database (Pangkalan Data atau Basis Data)
Database, disebut juga pangkalan data atau basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil query basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Lingkungan database adalah sebuah habitat di mana terdapat basis data untuk bisnis. Dalam lingkungan database, pengguna memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan keperluan mereka bervariasi seperti penggalian data (data mining), memodifikasi data, atau berusaha membuat data baru.

2.4.  Perusahaan dalam Jurnal
Perusahaan Applebee’s ini merupakan jaringan waralaba restoran dari Amerika Serikat. Applebee’s sedang menjajaki pasar Indonesia, dan telah memiliki satu cabang di Indonesia, tepatnya ITC Mangga Dua, Jakarta. Konsep Applebee’s berfokus pada bersantap santai dengan hidangan utama seperti salad ala Amerika, udang, ayam, pasta, dan “riblets”. Semua restoran Applebee’s menampilkan area bar.
Produk Teradata disebut sebagai warehouse system (sistem pergudangan). Data warehouse menggunakan “arsitektur shared nothing”, yang berarti bahwa setiap node server memiliki memori sendiri dan kekuatan prosesor. Menambahkan lebih banyak node server meningkatkan jumlah data yang dapat disimpan. Teradata menjual aplikasi dan perangkat lunak untuk mengolah berbagai jenis data. Produk Teradata dapat digunakan untuk analisis bisnis. Data warehouse dapat melacak data perusahaan, seperti penjualan, preferensi pelanggan, dan penempatan produk.
Vistaprint adalah perusahaan online produk promosi dan cetak, serta layanan pemasaran untuk usaha mikro dan konsumen. Pada perayaan 26 tahun Seni Grafis Bulanan, pada daftar 101 perusahaan percetakan, Vistaprint menduduki perusahaan terbesar ke-40 berdasarkan pendapatan dan yang tercepat ke-4 tumbuh di Amerika Utara.
Attensity adalah perangkat lunak yang menggunakan bahasa pengolahan alami teknologi untuk mengatasi kecerdasan kolektif dalam media sosial dan forum, yang suara pelanggan dalam survei dan e-mail; e-service; penelitian dan e-discovery. Pelanggan korporat menggunakan Attensity untuk mengarahkan keputusan bisnis.

BAB III  PEMBAHASAN

3.1.  Terjemahan Jurnal
Chapter 5 Data Resource Management / Real World Case 4
Applebee’s, Travelocity, dan Lainnya: Data Mining untuk Keputusan Bisnis
Randall Parman, arsitek database rantai restoran Applebee’s International dan ketua grup pengguna Teradata, membuka konferensi tahunan pengguna Teradata, di Las Vegas, dengan memberi peringatan kepada mereka yang tidak menggunakan data secara maksimal. Data itu seperti emas. Bila anda tidak menggunakan emas, akan ada orang lain yang datang dan mengambil peluang tersebut.

Parman menggambarkan analogi dengan kisah Isaac Newton yang menemukan teori gravitasi setelah melihat sebuah apel jatuh dari pohon. “Bagaimana jika saat itu hanya memakan apelnya?” seperti “bagaimana jika kita gagal menggunakan teknologi yang tersedia?” Applebee’s yang memiliki 1.900 restoran di seluruh dunia dan meraih pendapatan 1,34 milyar dolar tahun lalu, memiliki 4-terabytesistem data warehouse. Meskipun hanya memiliki 3 orang administrator sistem, Applebee’s telah melihat pengaruh informasi untuk peningkatan bisnis, pengetahuan tak terduga muncul ketika sbenar-benar dari arah yang berbeda.

Sebagai contoh, Applebee’s telah menggunakan data warehouse untuk menganalisa performa ‘back-of-house’ restoran, termasuk berapa lama karyawan mempersiapkan makanan di dapur. “Seseorang telah mengantisipasi performa back-of-horsemenjadi performa front-of-house. Dari melihat waktu pelanggan memesan makanan, membayar dengan kartu kredit, dan waktu mempersiapkan hidangan, kami dapat memperkirakan berapa lama waktu yang kami habiskan bersama pelanggan,” kata Parman. Informasi ini berguna bagi perusahaan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.
Applebee’s juga sudah maju melampaui dasar tujuan bisnis berbasis data, seperti pengisian suplai bahan pangan terkait berapa banyak produk jadi terjual tiap hari, untuk analisis yang lebih riil. Pada salah satu departemen, menghadirkan ‘kuadran optimisasi menu’, yang menunjukkan seberapa baik jenis-jenis produk terjual, sehingga perusahaan bisa membuat keputusan lebih baik mengenai produk untuk dipromosikan.
Sementara itu, vendor melihat potensi bagi bisnis untuk menginvestasikan uangnya di software dan hardware. “Perusahaan yang beroperasi dengan kecepatan dan kecerdasan tertinggi akan menang,” kata CEO Teradata Michael Koehler.

Seperti perusahaan lainnya, Travelocity.com memiliki banyak data tak terstruktur berisi e-mail pelanggan, catatan perwakilan kantor telepon, dan berbagai sumber yang berisi kritik tentang pelanggan terhadap situs travel. Untuk itu, Travelocity meluncurkan sebuah proyek baru untuk memudahkan memonitor dan merespon 600.000 komentar terkait masalah pelayanan pelanggan.

Situs travel online menginstal new text analisys software yang bisa memeriksa sekitar 40.000 komentar verbatim dari survey kepuasan pelanggan dan 500.000 interaksi dengan pusat telepon. Software ini memberi kemampuan bagi perusahaan untuk melihat respon pelanggan, baik itu komentar positif dan komentar negatif. “Pada kenyataannya, cara ini sangat membutuhkan karyawan berjumlah besar dan biaya yang mahal untuk membuat keputusan bisnis,” kata Don Hill, direktur hak pelanggan di Travelocity.
Travelocity akan menggunakan software dari Attensity untuk identifikasi otomatis fakta, opini, permintaan, tren, dan masalah dari data. Kemudian Travelocity menghubungkan analisis tersebut dengan data terstruktur dari Teradata data warehouse sehingga perusahaan bisa mengidentifikasi tren sepanjang waktu. Kapan sebuah topik itu naik, turun, atau stabil.
Teknologi Attensity menggunakan bahasa yang secara otomatis mesin menarik data penting tanpa proses awal yang rumit, menurut Michelle de Haaff, wakil presiden pemasaran. Hal ini membuat perusahaan memperoleh peringatan dini untuk menghadapi isu permasalahan.

VistaPrint Ltd., sebuah ritel online berbasis di Lexington, Massachusetts, yang menyediakan layanan desain grafis dan pesanan produk cetak, telah mendorong tingkat konversi pelanggannya dengan teknologi analisis Web yang menembus hingga detil terkecil mengenai 22.000 transaksi di 18 situs.
Seperti kebanyakan perusahaan yang berinvestasi besar di penjualan online, VistaPrint ikut serta dalam pencari Web log data dari operasi online. Menganalisis kebiasaan pelanggan online dan bagaimana sebuah fitur baru berpengaruh terhadap kebiasaan merupakan hal yang penting.  Tetapi mencari info dan menganalisis data memakan waktu berjam-jam atau berhari-hari, bila menggunakan aplikasi lama, kata Dan Malone, senior manager VistaPrint. Oleh karena kurang berkelanjutan, VistaPrint mencari paket Web analisis yang dapat mengetes pengguna baru untuk meningkatkan tingkat konversi (presentase pengunjung online menjadi pelanggan), mencari tahu mengapa pelanggan meninggalkan situs, dan memeriksa bagian yang menyebabkan pengguna keluar.
Perusahaan akhirnya memperoleh opsi, yaitu memilih aplikasi Visual Site dari Visual Sciences Inc. yang menggunakan metoda pengambilan acak yang bisa diragukan kebenarannya. Namun, metoda tersebut juga cepat, karena langsung memberikan jawaban saat itu juga. Bila anda memiliki 1% data, bisa diasumsikan bahwa 99% yang lain juga seperti itu. Karena data dilakukan secara acak, maka asumsi tersebut valid.
VistaPrint telah menggunakan alat tersebut lebih dari satu tahun, menjalankan tes 30 hingga 40 fitur setiap tiga minggu. Sebagai contoh, perusahaan meluncurkan sebuah halaman yang terbagi empat bagi pengguna mengupload data yang bisa dicetak di atas kartu bisnis. Hasil tes menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan, padahal perusahaan telah menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan produk tersebut.

Ketika perusahaan menambahkan Visual Site dalam operasinya, ditemukan bahwa versi uji coba lebih baik daripada versi tiga atau empat halaman, yang mana halaman terakhirnya peringkatnya jatuh. Perusahaan dapat mengatakan pada tim, mana yang bermasalah. VistaPrint juga mengurangi kegagalan pengguna pada halaman pendaftaran setelah alat Visual Site menunjukkan bahwa pelanggan yang kembali melakukan proses registrasi pelanggan baru dan mendapat pemberitahuan yang gagal. Perusahaan lalu memperbaiki permasalahan dan peringkat konversinya meningkat hingga memimpin ke konversi yang lebih tinggi. Meskipun sulit untuk mengukur pengembalian investasi secara tepat, perusahaan mengestimasi bahwa investasi terbayar beberapa bulan setelah instalasi.

3.2.  Pertanyaan Studi Kasus
1.    Apa manfaat yang diperoleh bisnis dalam menggunakan waktu dan tenaga untuk menciptakan dan mengoperasikan data warehouses (gudang data) seperti yang disebutkan dalam kasus? Apakah anda melihat kerugian? Adakah alasan lain yang memperkuat alasan bahwa seluruh perusahaan sebaiknya tidak menggunakan teknologi data warehouse?
Manfaat yang diperoleh itu adalah data yang dianalogikan dengan emas. Emas seperti peluang yang membuat bisnis lebih tangguh dan berkesinambungan. Data adalah sumber informasi dan informasi adalah alat yang paling penting untuk mengambil keputusan bisnis dan tindakan. Efisiensi dan kelancaran operasi kegiatan adalah salah satu alasan utama mengapa perlu membuat dan menjaga gudang data. Hal ini meningkatkan efektivitas kinerja dengan menyediakan informasi yang diperlukan tepat waktu. Bisnis dapat menjadi lebih produktif, sistematis dan kompetitif dengan mempertahankan gudang seperti data.
Dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, tersedia alat-alat elektronik untuk menganalisis seluruh proses yang dilakukan oleh restoran. Restoran Applebee’s dapat mengukur berapa lama waktu yang dihabiskan untuk memasak setelah pesanan diterima. Restoran bahkan bisa mengukur waktu sejak pengunjung masuk ke restoran. Selama jam kerja, manajer dapat mengawasi tiap meja, dan menjelaskan apa saja layanan yang perlu ditingkatkan selama pesanan makanan sedang diproses. Manajer juga dapat menentukan layanan yang tepat untuk masing-masing individu tamu restoran tersebut. Informasi yang diperoleh manajer ini bisa diolah dan bisa diterapkan pada keseluruhan sistem restoran.
Informasi yang disediakan oleh data warehouse, didasarkan pada pengalaman dan perilaku masa lalu, sehingga data tersebut tidak selalu relevan bila digunakan untuk mengambil keputusan pada hari ini. mengelola dan memelihara gudang seperti datacukup mengonsumsi waktu dan membutuhkan banyak usaha. Jadi terkadang bukan ide yang baik bagi  organisasi tertentu untuk mempertahankan gudang data. Jadi faktor yang harus dilihat adalah kompleksitas dan kebutuhan data, menghitung manfaat gudang data dengan biaya dan usaha yang diperlukan untuk mengelola gudang data.

2.    Applebee’s menyatakan beberapa wawasan tak terduga muncul dari analisis data dari performa ‘back-of-house’ (di belakang restoran/di balik dapur). Gunakan pengetahuan Anda bagaimana restoran bekerja, apa pertanyaan menarik lainnya yang anda sarankan kepada perusahaan? Berikan beberapa contoh spesifik.
Menjalankan bisnis restoran didasari pada hubungan langsung antara pelanggan dengan layanan restoran. Sebagai contoh Applebee’s pada awalnya menggunakan data warehouse untuk menganalisa performa di belakang restoran (back-of-house), termasuk berapa lama karyawan mempersiapkan makanan di dapur. Kemudian diubah menjadi konsep di depan restoran (front-of-house), waktu dianalisis mulai dari pelanggan memesan makanan, membayar dengan kartu kredit, mempersiapkan hidangan, sehingga dapat diperkirakan berapa lama waktu yang manajemen lalui bersama pelanggan.
Applebee’s juga sudah maju melampaui dasar tujuan bisnis berbasis data, seperti pengisian suplai bahan pangan terkait berapa banyak produk jadi terjual tiap hari, untuk analisis yang lebih riil. Pada salah satu departemen, menghadirkan ‘kuadran optimisasi menu’, yang menunjukkan seberapa baik jenis-jenis produk terjual, sehingga perusahaan bisa membuat keputusan lebih baik mengenai produk untuk dipromosikan.
Untuk melihat kepuasan pelanggan, Applebee’s memiliki kolom khusus pada situsnya yang mengajak pelanggannya untuk meninggalkan komentar online. Dengan peluang untuk menuliskan spesifikasi apa yang mereka pesan atau siapa pelayannya. Aplikasi ini menggunakan Facebook App, dinama manajemen restoran bisa berkomunikasi secara efektif dengan pelanggannya. Ketika pelanggan tidak menuliskan informasi yang cukup untuk manajemen restoran, data mining dapat menghubungkan pelanggan ke data pesanan mereka, makanan apa saja, dan kesenangan. Langkah ini membuat manajemen dapat memperkirakan trend dan kapan serta mengapa pelanggan tersebut mungkin sedang senang atau jengkel.
Hal-hal tak terduga yang belum dapat diprediksi mungkin terjadi dalam bisnis seperti itu karena hampir seluruh aktivitas perusahaan dilakukan di lokasi yang sama dengan pelanggan. Oleh karena interaksi secara langsung dengan pelanggan tinggi, sangat penting untuk bisnis ini membuat pelanggan senang mulai dari awal masuk ke restoran sampai meninggalkan restoran.
Pertanyaan yang bisa disampaikan kepada pemilik bisnis restoran?
-    Berapa lama waktu yang dibutuhkan pelanggan untuk meninggalkan kursi setelah mendapatkan duduk sehingga kursi dapat digunakan oleh pelanggan berikutnya?
-    Bagaimana restoran akan mengelola jika mereka memiliki tamu khusus di jam sibuk?
-    Bagaimana bisnis mengelola jam-jam sibuk dan jam-jam sepi atau tidak ada pengunjung terkait dengan penyediaan tenaga kerja?
-    Layanan apa yang diberikan kepada pelanggan di luar penyediaan hidangan?
-    Bagaimana restoran berhasil beroperasi jika karyawan yang bertugas saat itu tidak bisa datang untuk bekerja pada jam-jam sibuk?
-    Apa yang dilakukan restoran bila konsumen merasa tidak puas dan ingin melakukan komplain.
Berikut ini adalah proses yang dilakukan oleh Mc Donald’s dalam menciptakan nilai bagi pelanggannya. Mc Donald’s bisa dijadikan sebagai contoh, karena seperti Applebee’s, juga merupakan restoran waralaba multinasional dari Amerika Serikat.

3.    Teknologi data mining (penggalian data) dan data warehousing (penggudangan data), menggunakan data masa lampau untuk menginformasikan pengambilan keputusan yang lebih baik di masa depan. Apakah anda percaya bahwa pemikiran inovatif yang memaksa, membuat perusahaan menjadi tidak terlalu leluasa dengan data yang telah dikumpulkan terhadap peluang yang belum diuji coba? Bandingkan dan kontraskan kedua sudut pandang dalam jawaban anda.
Data warehouse bertujuan untuk menyimpan arsip yang terkait dengan perusahaan. Mulai dari dokumen persiapan bisnis, dokumen legalitas perusahaan, catatan pemasukan dan pengeluaran, surat keluar internal dan eksternal, aturan atau kebijakan pemerintah, dokumen kerjasaama, katalog, kliping artikel, berita, atau informasi penting, hingga catatan yang baru berupa ide-ide (brainstrorming), rencana perusahaan kedepan, dan strategi resiko. Apabila perusahaan menghadapi permasalahan dengan situasi yang serupa, data masa lalu dapat dijadikan informasi di masa depan. Sehingga gudang data bisa menjadi fasilitator proses pengambilan keputusan masa depan. Namun kejadian di masa lalu bisa berbeda di masa depan mengenai lingkungan dan situasi. Oleh karena itu, tidak selalu bermanfaat untuk memutuskan kegiatan masa depan berdasarkan catatan masa lalu.
Penyimpanan data selain bisa mengurangi kapasitas data warehouse, perlu disimpan dalam bentuk atau pola yang teratur dan sistematis. Adanya kemungkinan salah atau gagal itu selalu lebih baik untuk memiliki gagasan tentang apa yang telah dilakukan pada situasi serupa di masa lalu. Perusahaan tidak harus memulai dari nol setiap menghadapi masalah. Lebih menghemat waktu dan tenaga.
Kondisi yang tidak menguntungkan dari data mining adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar penyedia jasa koleksi dan analisis data. Tentu hal ini menjadi masalah bagi perusahaan yang baru dirintis, berskala kecil atau skala keluarga. Ketidaknyamanan lainnya adalah masalah keamanan data. kita harus bisa berhati-hati agar data privasi perusahaan tidak jatuh kepada perusahaan lain. Mengumpulkan data adalah salah satu aspek data mining yang bermanfaat. Tetapi menjaga data dari tangan hacker atau penyusup itu juga penting. Sangat rugi apabila koleksi data telah dikumpulkan, lalu ada pihak yang mencuri data tersebut, lalu dijual kepada perusahaan pesaing.

BAB IV  KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.  Kesimpulan
Data merupakan bukti sejarah yang mencatat setiap aktivitas pada suatu waktu. Bagi perusahaan, data merupakan aset yang paling penting untuk bisa diaplikasikan dalam sistem informasi perusahaan. Hal-hal yang terkait dengan pengarsipan data adalah database, data warehouse, dan data mining. Data masa lampau bisa dipakai kembali di masa yang akan datang ketika perusahaan menghadapi suatu kondisi permasalahan yang mirip. Walaupun tidak selalu permasalahan bisa diselesaikan dengan benar, tetapi paling tidak perusahaan punya gambaran, tidak memulai sesuatu dari nol.
Perusahaan bisnis memperoleh manfaat dari penggunaan sumberdaya untuk menciptakan dan mengoperasikan data warehouse (gudang data) dan data mining (penggalian data) seperti yang disebutkan dalam kasus. Perusahaan yang menjadi contoh adalah Applebee’s, jaringan restoran; Teradata, perusahan penyedia jasa pengarsipan data (data warehouse); VistaPrint, perusahaan yang menawarkan produk promosi dan cetak; Travelocity, perusahaan perjalanan; dan Attensity, perusahaan software. Pemanfaatan teknologi untuk data perusahaan merupakan sesuatu yang sangat penting apabila perusahaan ingin berkembang dan terus berkesinambungan. Terdapat alasan lain yang memperkuat pendapat bahwa perusahaan kecil sebaiknya tidak menggunakan teknologi data warehouse. Terutama apabila biaya yang diperlukan diluar batas kemampuan perusahaan tersebut. Namun, tidak berarti perusahaan sama sekali tidak menggunakan mengarsipkan data-datanya dengan baik.

4.2.  Saran
Sistem informasi menawarkan cara-cara untuk mendukung manajemen dalam menghadapi permasalahan yang muncul dari lingkungan. Setiap jenis usahan sebaiknya memiliki program dasar untuk membantu dalam mengelola data-data operasional rutin harian, mingguan, dan bulanan. Tujuannya agar organisasi dapat mengambil keputusan efektif dan mencapai profit yang diharapkan. Berdasarkan laporan data, perusahaan lebih mudah mengevaluasi dan menerapkan metode baru untuk strategi perusahaan selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA

Daft, RL. 2007. Understanding the Theory and Design of Organizations. Thomson South-Western: Mason, OH-USA
Jones, GR. 2010. Organizational Theory, Design and Change, Sixth Edition. Pearson Education, Inc.: New Jersey-USA
O’Brien, James A. 2005. Pengantar Sistem Informasi: Perspektif Bisnis dan Manajerial. Salemba Empat. Jakarta.
http://en.wikipedia.org/wiki/Data_warehouse. Diakses pada 14 Maret 2012.
http://en.wikipedia.org/wiki/Data_mining. Diakses pada 14 Maret 2012.
http://en.wikipedia.org/wiki/Data_base. Diakses pada 14 Maret 2012.
www.aeifunds.com/subpages/finance_recent.html. Diakses pada 14 Maret 2012.
www.applebees.com. Diakses pada 14 Maret 2012.
www.attensity.com. Diakses pada 14 Maret 2012.
www.travelocity.com. Diakses pada 14 Maret 2012.
www.teradata.com. Diakses pada 14 Maret 2012.
www.vistaprint.com. Diakses pada 14 Maret 2012.

 

 

 

 

Comments (0)

Tags: , , ,

Inspirational Words of My Life

Posted on 29 February 2012 by annisa.dieni47

Marketing Management Class of R47

Inspiration from Company Tagline, like Nokia’s Mission: ‘Connecting People’

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Just believe in yourself and you can be what you wanna be.”(a_dieni_l)

"A Flying Bird"

Don’t ever you want to be like anyone else.

Someone whom you admired and idolized.

Because you are is you are.

You’re special as what you are.

Keep moving on.

Don’t think about what people say.

No one really knows about you.

Even the best psychologist.

Only you that really really know yourself.

Just follow your heart.

And God will lead you the right way.

Comments (0)

Tags: , ,

Chocolate Boutique

Posted on 23 February 2012 by annisa.dieni47

Chocolate Boutique : “From Gutter to Glitter

Taken from video “The Chocolate Wars”

Marketing Class of R47 (Tuesday, February 21th, 2012)

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Gambar: univercityblog.files.wordpress.com

Ungkapan ‘from gutter to glitter’ menggambarkan status coklat yang meningkat, dari harga produk massal menjadi harga butik. Godiva Chocolatier, merk coklat premium dari Belgia, membuat butik coklat Godiva di New York’s Fifth Avenue, Amerika Serikat. Godiva menjual aneka produk coklat, seperti truffle, chocolate liqueur, permen, dan biskuit di dalam keranjang hadiah. Kemasan Godiva disebut juga Gold Ballotin, yang berati kecil, boks elegan coklat.

Godiva menjadi berbeda dengan menjadi kelas premium coklat. Konsumen membeli produk Godiva karena tertarik dengan kandungan bahan alami, prensentasinya menarik, berdasarkan resep klasik dan modern. Contohnya seperti coklat yang dicampur champagne. Oleh karena itu, walaupun dengan harga coklat yang tinggi, konsumen tetap datang, karena mereka menyukai experience dari butik Godiva.

Comments (0)

Tags: , , ,

Pertanyaan Mengenai Bab 10-11-12 Buku Merah Pemasaran Strategik

Posted on 22 February 2012 by annisa.dieni47

Marketing Management Class of R47

Based on Buku Manajemen Pemasaran Strategik (Ujang Sumarwan, dkk)

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Presentation of Blue Group, February, 16th, 2012

Pertanyaan untuk Kelompok Biru

Penanya Resti Riani

Bagaimana cara anda sebagai manajer pemasaran membuat merek perusahaan yang sudah terkenal atau sudah memiliki brand di dalam negeri bisa terkenal juga di luar negeri? Selain iklan dan promosi, apakah ada komunikasi pemasaran yang lain yang bisa digunakan? Contohnya: Ultra Jaya dengan produk teh kotak dan susu ultra laris di pasaran Indonesia dan terdapat di setiap supermarket, tetapi di Malaysia di supermarket seperti Giant pun tidak ada produk tersebut.

Jawab:

Terdapat tiga faktor yang perlu dipertimbangan dari sisi internal perusahaan dalam menjadikan suatu merek terkenal di luar negeri atau go international yaitu:

Apakah perusahaan tersebut ingin go international?

Bila perusahaan memang ingin go international, maka apakah perusahaan tersebut mampu melewati barriers to entry yang ada?

Bila perusahaan mampu menembus barriers to entry, maka bagaimana strategi perusahaan?

Terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan perusahaan agar go intenational:

Ekspor

Ekspor dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung (melalui perantara seperti agen ekspor manufaktur,wakil manufaktur, agen komisi ekspor dan pedagang ekspor)

Pemberian lisensi

Suatu perusahaan pemberi lisensi menghibahkan hak (intangible rights) kepada perusahaan asing, yang meliputi pemberian hak cipta untuk memproses, hak paten, program, merek, hak cipta atau keahlian.

Franchising

Hampir sama dengan pemberian lisensi. Selain menghibahkan izin penggunaan nama, proses, metode dan merek, perusahaan induk membantu penerima franchise dalam bentuk operasional dan atau bahan baku.

Kontrak manajemen

Kontrak manajemen terjadi apabila suatu perusahaan menyewakan keahliannya atau pengetahuannya kepada pemerintah atau perusahaan luar negeri dalam bentuk orang yang datang kepada pemerintah/perusahaannya dan mengelola kepentingan mereka.

Kontrak manufaktur

Perusahaan melakukan kontrak dengan mitra luar negerinya dalam jasa manufaktur baik secara penuh maupun parsial.

Investasi langsung

Investasi langsung dapat berupa patungan dan mendirikan cabang.

Patungan (joint venture)

Kerjasama bisnis dimana perusahaan bergabung bersama untuk mendirikan beberapa jenis operasi.

Pembukaan cabang

Pembukaan cabang di luar negeri yang mengontrol secara penuh pemasaran, penentuan harga, keputusan produksi dan mempertahankan kelebihan teknologi.

Operasi global

Bila dunia semakin berkembang menjadi pasar global dimana produk menjadi standar disemua budaya maka perusahaan dapat memproduksi dan menjual produk yang dapat diandalkan dengan biaya murah diseluruh dunia.

Investasi portofolio

Investasi portofolio adalah surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan di pasar internasional.

Selain iklan dan promosi, manajer pemasaran dapat menggunakan elemen komunikasi pemasaran yang lain yaitu public
relation
, direct selling dan interactive marketing, untuk memberikan kejelasan, konsistensi, serta pengaruh komunikasi yang maksimum. Penggabungan berbagai elemen komunikasi pemasaran tersebut disebut komunikasi pemasaran terpadu atau integrated marketing communication (IMC) yang merupakan proses strategi bisnis dalam mengelola hubungan dengan konsumen yang intinya untuk menggerakan brand value. Pada konsep IMC, keberhasilan pemasaran merupakan kerja keras seluruh elemen.

Penanya Irfan Handrian

Proses pengolahan informasi melalui 5 tahap (pemaparan, perhatian, pemahaman, penerimaan dan retensi). Bisakah ada diantara tahap-tahapan tersebut yang tidak berlangsung?

Jawab:

Keseluruhan tahap-tahap tersebut harus berlangsung dalam pengelolaan informasi. Proses dari pemaparan stimulus hingga retensi tidak bisa hilang satu tahapan pun. Tahapan memperhatikan, memahami, menerima suatu paparan tidak dapat hilang, namun tahapan tersebut kadang tidak disadari oleh seseorang bahwa ia telah melewati tahapan tersebut karena prosesnya yang berlangsung cepat.

Penanya Iradati Zahra

Pada subbab iklan sebagai sumber informasi telepon seluler. Sudah kita ketahui iklan-iklan antar simcard yang beredar dengan persaingan frontal, sehingga antar simcard tersebut melakukan sejumlah promo-promo untuk menarik konsumen. Akan tetapi ketika kita sudah membeli salah satu merk produk simcard tersebut, kita mendapati kekecewaan yakni seperti promo yang ditawarkan tidak sesuai dengan maksud banyak syarat dan ketentuan yang berlaku sangat bertele-tele. Apakah harus membuat iklan seperti itu, seperti membohongi konsumen, atau memberikan janji palsu untuk menarik konsumen lebih banyak? Apakah ada strategi promosi yg harus dilakukan yg lebih rasional namun juga dapat menarik konsumen?

Jawab:

Dalam industri telekomunikasi di tanah air pada satu dasawarsa terakhir berkembang iklim kompetisi dan persaingan usaha yang sangat ketat dengan dukungan kemajuan teknologi dan sumber daya manusia yang semakin pesat. Industri telekomunikasi menggurita dengan cakupan wilayah semakin luas. Masing-masing penyedia layanan berlomba untuk menawarkan produknya kepada konsumen dengan beragam janji. Untuk menarik minat konsumen dalam membeli produknya, para penyedia layanan (provider) telekomunikasi membuat berbagai cara dan strategi demi terpenuhinya target produksi dari perusahaan sekaligus memberikan keuntungan yang signifikan agar dapat menguasai pasar. Dengan berdasar hal tersebut, para provider telekomunikasi menjadi lebih profit oriented dalam menjalankan bisnisnya dan mulai menerobos etika maupun koridor-koridor periklanan. Provider berlomba-lomba membuat iklan yang sedikit “menipu” konsumen dengan memberikan informasi tarif yang kurang jelas, bonus-bonus yang banyak syaratnya, dan yang menyatakan bahwa produknya merupakan yang terbaik untuk merebut konsumen walaupun mereka tahu bahwa konsumen dapat menjadi kecewa dan berpaling kepada provider lain.

Mengapa iklan seperti itu tetap dibuat oleh setiap provider? karena setiap provider merasa walaupun banyak orang yang merasa kecewa namun tidaklah menyebabkan semua penggunanya menjadi tidak menggunakan produknya lagi. Misalnya ada 1 juta pengguna baru yang menggunakan produk XL setelah XL melakukan promosi melalui iklan yang sedikit “menipu”, walau mungkin banyak konsumen yang merasa tertipu dan kecewa sehingga berpaling kepada provider yang lain, namun sebagian konsumen yang lain merasa malas berganti ke provider yang lain karena adanya switching barrier. Misalnya nomornya sudah diketahui oleh banyak orang sehingga jika berganti ke provider lain malas untuk memberi tahu lagi dan harus mengeluarkan biaya pulsa.

Penanya Ridwan Idham

- Kapan market follower/challenger perlu tvc (television commercial)

- Apakah harga mark up efektif?

Jawab:

Definisi harga premium adalah strategi penetapan harga tinggi terus menerus  yang dimungkinkan  karena keunggulan teknologi, image yang sudah terbentuk atau memiliki keunikan tertentu yang sulit disaingi. Produk Apple menggunakan pendekatan strategi harga premium karena pihak Apple menyadari bahwa dari sisi produk Apple mempunyai keunggulan inovasi teknologi dan desain dibandingkan dengan produk lain yang sejenis, serta Apple sudah mempunyai brand image yang kuat di mata konsumennya  sehingga sebagian besar customer produk mempunyai loyalitas yang tinggi. Apple pun telah menyentuh segmentasi pasar  “user gadget-freak”, dimana segmen tersebut mempunyai respon yang sangat positif pada saat Apple mengeluarkan produk terbaru dan mereka rata-rata tidak memperdulikan harga. Dengan beberapa alasan diatas, maka tidaklah salah langkah bagi Apple untuk mempertahankan strategi harga premium.

 Penanya Regawa Mardika G

- Iklan akan meningkatkan awareness terhadap suatu produk dan akan meningkatkan penjualan produk tersebut. Dengan melihat kasus “Efektifkah Iklan Sepeda Motor Di Televisi?” oleh Ita Puspita Endah yang terdapat pada buku Pemasaran Strategik, adanya iklan akan meningkatkan penjualan, akan tetapi kasus tersebut terjadi di kota Bogor. Apakah hal tersebut berlaku untuk setiap kota?

- Di beberapa daerah di Jawa Timur motor itu dikatakan dengan sebutan “Honda”. Misalnya di Bogor orang bertanya “Motor kamu apa Ben?” “Motor aku Honda” tapi kalo di Jawa Timur orang akan bertanya “Koe Honda-e  opo?” “Honda-e kulo Yamaha” artinya motor itu diganti dengan sebutan “Honda”. Menurut kelompok kalian, bentuk-bentuk periklanan apa yang dilakukan di daerah seperti itu? Apakah sama periklanan yang dilakukan di Jawa Barat dengan Jawa Timur? Dan edukasi seperti apa yang dilakukan perusahaan untuk merubah mindset masyarakat yang seperti itu.

Jawab:

Iklan berpengaruh positif terhadap penjualan. Iklan dapat meningkatkan penjualan produk di semua kota. Tidak bisa dipungkiri bahwa iklan tetap memegang peranan penting untuk mempengaruhi konsumen agar membeli suatu produk. Pemasangan iklan merupakan salah satu kegiatan komunikasi yang dapat mempengaruhi persepsi seseorang secara signifikan. Proporsi iklan yang tinggi mampu meningkatkan kepedulian yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan penjualan dan porsi pasar. Komunikasi yang disampaikan melalui iklan seringkali memberikan kejelasan dan peluang untuk usaha penjualan serta promosi lainnya. Iklan yang disajikan harus merupakan “suguhan imajinatif, interaktif, menghibur dan bermanfaat”. Salah satu contoh iklan yang meningkatkan penjualan yaitu iklan Yamaha. Yamaha tidak hanya mengemas iklannya dengan sangat rapi, tapi juga menggandeng tokoh-tokoh ataupun selebriti yang dianggap memiliki kemampuan yang baik dalam mengkomunikasikan informasi tentang produknya ke pemirsa, sehingga berdampak pada penjualan motor Yamaha, terutama didaerah.

Bentuk komunikasi periklanan di daerah Jawa Timur, Jawa Barat cenderung sama dengan yang dilakukan dikota-kota lainnya seperti melakukan iklan TV, promosi, dan khusus bagi konsumen anak muda diselenggarakan ajang kompetisi kreatif untuk menarik perhatian. Di Jawa Timur kata motor lebih dikenal dengan sebutan ‘HONDA’ dikarenakan adanya top of mind dari konsumen mengenai kata HONDA yang merupakan produk motor pertama yang masuk ke Indonesia dan didaerah Jawa Timur kata honda sudah melekat pada mereka dengan arti motor. Contoh lainnya untuk daerah Medan menyebut kata ‘motor’ dengan ‘kereta’. Untuk merubah mindset yang melekat erat seperti itu, diperlukan strategi pemasaran atau promosi yang efektif dan kontinyu sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat awareness dan knowledge dari konsumen atas suatu produk atau merek. Pemasar perlu mengedukasi konsumen akan segala kelebihan atas merek yang mereka miliki dengan bentuk komunikasi yang dapat diterima sesuai karakter konsumen. Sehingga konsumen akan meningkat awareness dan knowledge-nya terhadap merek yang ditawarkan dan diharapkan dapat berakhir dengan pembelian.

 Penanya Ririn Aprillia

- Untuk produk kebutuhan jangka panjang, seperti program pensiun dan asuransi, a. bagaimana cara efektif untuk melakukan komunikasi pemasaran? b. Bagaimana pula dilihat dari sisi pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia

- Iklan sebagai sumber informasi terkadang menyesatkan. Bagaimana menurut kelompok biru tentang fenomena tersebut? Apakah tidak melanggar kode etik? atau memang tidak ada kode etik tersebut?Bagaimana pula dengan peran YLKI?

Jawab:

a. Promosi yang efektif untuk produk asuransi dan program pensiun perlu dilakukan secara langsung oleh agen produk sebagai penyalur informasi dari produk yang ditawarkan perusahaan. Pemasaran untuk produk asuransi dan progam pensiun perlu dilakukan melalui interaksi tatap muka antara agen dan konsumen. Hal ini dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama agar timbul rasa percaya kepada agen dan pada akhirnya diharapkan mampu menjadikan konsumen mengikuti program asuransi dan pensiun. Agen–agen dari perusahaan penyedia jasa asuransi dan tabungan pensiun perlu memberikan pengenalan yang mendalam mengenai keunggulan dari produk yang akan dijual kepada konsumen sekaligus mengedukasi konsumen manfaat produk bagi konsumen. Sebagai contoh Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera melakukan promosi melalui fasilitas kumulatif, yaitu penawaran produk untuk calon konsumen yang berada pada satu perusahaan, instansi dan keluarga dengan persyaratan pembayaran premi yang lebih rendah. Selain itu promosi di media elektronik terutama televisi sebaiknya dilakukan untuk mematahkan brand image perusahaan pesaing. Hal ini perlu dilakukan secara kontinyu untuk memperkuat brand image perusahaan sekaligus memperkenalkan produk serta mengingatkan konsumen akan produk tersebut. Perusahaan juga dapat melaksanakan berbagai macam kegiatan yang berkaitan  dengan promosi produk. Kegiatan promosi melalui iklan di majalah bisnis, majalah keluarga, penyebaran brosur, penyebaran proposal premi untuk instansi atau perusahaan, menjadi sponsor suatu event dan promosi melalui pendekatan personal ke konsumen untuk mendapatkan calon konsumen baru.

Peran pemerintah dalam program asuransi diantaranya dengan penyediaan asuransi sosial atau asuransi pemerintah, yaitu jenis asuransi di mana perusahaan asuransi menanggung berbagai risiko yang mungkin timbul di masyarakat, karena besarnya risiko yang harus ditanggung perusahaan asuransi. Sehingga tidak ada perusahaan swasta yang mau menyediakan asuransi jenis ini kepada masyarakat. Jenis asuransi sosial yang sudah berlaku di masyarakat meliputi : ASURANSI kecelakaan lalu lintas (P.T. A. K. Jasa Raharja); Asuransi Tenaga Kerja (P.T. Astek); Asumsi Kesehatan (P.T. Askes); Asuransi Pensiunan TNI (Perum ASABRI).

Sebenarnya di dalam periklanan terdapat suatu hukum untuk melindungi konsumen yang secara jelas telah diatur dalam UUPK (Undang-Undang Perlindungan Konsumen) dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang diawasi oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Selain itu terdapat tata krama dan tata cara periklanan Indonesia yang disebut etika pariwara Indonesia. Pengawasan etika pariwara Indonesia dilakukan oleh Dewan Periklanan Indonesia. Contoh iklan yang tayang di televisi yang melanggar kode etik parawara yaitu iklan Shinyoku “Romy Rafael” dan iklan So Nice “So Good”. Sudah diputuskan oleh Badan Pengawasan Periklanan, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) diputuskan melanggar Etika Pariwara Indonesia (EPI). Keputusan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Periklanan (BPP) PPPI telah disampaikan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Iklan TV Shinyoku versi Romy Rafael pelanggaran EPI yang ditemukan adalah penayangan pernyataan superlatif di dalam iklan tersebut berupa pernyataan: “paling terang, paling hemat, dan paling kuat.” Pernyataan superlatif di dalam iklan melanggar EPI BAB IIIA No. 1.2.2 yang menyatakan bahwa: ” Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata superlatif seperti “paling”, “nomor satu”, “top, atau kata-kata berawalan “ter” dan atau yang bermakna sama, tanpa secara khas menjelaskan keunggulan tersebut yang harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis dan otoritas terkait atau sumber yang otentik.

Comments (0)

Tags: , ,

Hambatan dalam Bisnis

Posted on 17 February 2012 by annisa.dieni47

Annisa Dieni Lestari (P056111041.47)

Marketing Class R-47 Graduate Student of  Management and Business, Bogor Agricultural University

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Pertanyaan untuk presentasi Kelompok Pink Strawberry hari Kamis, 16 Februari 2012:

“Pada bab 7, mengenai hambatan mudah dan sulit dalam bisnis/industri. Contoh yang mudah (pada slide) adalah restoran Mc Donald’s. padahal untuk membuat restoran franchise seperti McD butuh banyak biaya termasuk izin, sertifikasi, dan standar-standar lainnya. Kemudian (pada  slide) contoh untuk yang sulit adalah penerbangan, karena masalah bahan baku atau biaya tinggi. Sementara ada contoh AirAsia yang pada awalnya hanya memiliki 1 pesawat.” (Annisa Dieni Lestari – Kelompok Biru)

4 bp blogspot com

media tumblr com

Comments (0)

Tags: , ,

Potensi Pasar Indonesia

Posted on 14 February 2012 by annisa.dieni47

Potensi Pasar Indonesia : Peluang Marketing yang Dilihat oleh Negara Luar

Marketing Class R-47

Graduate Student of  Management and Business, Bogor Agricultural University

Based on lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

Indonesia terkenal dengan populasi penduduk muslim besar (sekitar 87%). Fakta ini bila dilihat dari sisi marketer yang positif, dapat menjadi peluang bisnis yang sangat besar. Peluang ini dilihat oleh negara lain seperti Australia dan Amerika Serikat sebagai pasar potensial untuk memasarkan produk-produk pangan mereka. Contoh: Amerika ingin mengekspor paha ayam (di AS paha ayam sudah dihindari warganya) dan Australia ingin mengekspor daging sapi. Salah satu syarat pangan impor Indonesia adalah bersertifikat halal. Untuk itu, Australia dan Amerika belajar mengenai halal food management. Akibatnya, produk lokal Indonesia harus menghadapi gempuran produk impor dari Australia dan Amerika.

Menurut Prof. Ujang Sumarwan dalam kuliahnya, Islam merupakan berkah untuk semua, bukan teroris. Ibadah yang sangat menguntungkan dari segi bisnis adalah prosesi haji. Berikut adalah contoh pihak-pihak mana saja yang mendapat keuntungan dari haji.
Ka'bah

"Thawaf around Ka'bah"

  • Travel biro dari berbagai negara menyelenggarakan perjalanan jamaah haji. Termasuk dari China yang merupakan negara komunis, tiap tahunnya 10.000 orang berhaji.
  • Penduduk China yang memproduksi aneka souvenir khas haji, seperti tasbih, pashmina, dan aneka produk made-in-China lainnya.
  • Masyarakat di Amerika Latin yang mengirimkan buah-buahan, seperti anggur dan pisang.
  • Pilot Eropa di-hire untuk menerbangkan pesawat yang mengantar rombongan haji.
  • Satelit disewa untuk memperlancar komunikasi jutaan jamaah haji.

Jadi, berbagai isu yang sensitif seperti agama, oleh para marketer atau orang bisnis, selalu diterjemahkan secara positif. Namun, di Indonesia sendiri, isu agama seringkali dianggap sebagai isu politis yang perlu diwaspadai pemerintah. Apabila kita tidak melihat potensi bisnis dari pasar kita sendiri, maka negara-negara yang mayoritas non-muslim, seperti AS yang akan mempelajarinya. Nanti, malah kita yang belajar tentang ekonomi syariah dan halal food, ke AS.

Comments (0)

Tags: , ,

SIM: Mid Test Assignment-Chapter I Case 2 & Chapter II Case 3

Posted on 06 February 2012 by annisa.dieni47

paper sim_O’Brien_kel biru_6FEB2012

Based on lecture by Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc

The link above is a SIM’s paper done by Kelompok Biru R47 for Mid Test Term.

Adhy Listya Paramitha

P056111011.47

Afiefah Bainnaura

P056111021.47

Ana Rosidha Tamyis

P056111031.47

Annisa Dieni Lestari

P056111041.47

Benedictus Permadi

P056111091.47

Harris Darmawan

P056111181.47

Julianto Fransisko

P056111231.47

Junita Naditia

P056111241.47

Martha Abriansyah

P056111271.47

Comments (0)